Seperti apakah Harga dan kedudukan TKI di mata Pembesar Indonesia?

BAB I : PENDAHULUAN
 
Kemirisan nasib yang menimpa seorang Pahlawan Devisa Indonesia, Ruyati binti Satubi yang menemui ajal di pedang Algojo Arab hanya karena melakukan pembelaan diri terhadap siksaan sang majikannya sebenarnya merupakan pukulan telak untuk harga diri Bangsa Indonesia dan seluruh rakyatnya terutama untuk para orang-orang yang oleh pemerintah disebut sebagai pahlawan devisa. Sebagai selayaknya Pahlawan Negara, seyogyanya mereka mendapatkan perlakuan yang sangat baik, perlindungan, keamanan dan sebagainya.
Jika kita melihat Singapura yang beberapa waktu lalu sangat berang begitu mengetahui sapi-sapi mereka "mati tersiksa" di penjagalan sapi diberbagai daerah di Indonesia dan berniat menghentikan ekspor sapi ke indonesia. Begitu berangnya Singapura atas penganiayaan sapi-sapinya. Lalu apakah Para Pembesar Indonesia sekarang berang ketika mengetahui para Pahlawan Devisa Negaranya tersiksa dan teraniaya di negara lain?. Semoga jawabannya bukan pada "Rumput yang bergoyang" hehehehe


BAB II : RUMUSAN MASALAH :

  1. Apakah Harga dan Kedudukan sapi-sapi Singapura lebih tinggi dan mulia ketimbang Para Pahlawan Devisa Indonesia? Sehingga Pemerintah dan warga Singapura berang dan memprosesnya dengan sungguh-sungguh....
  2. Apa yang dirasakan Pemerintah Singapura ketika mengetahui Sapi-Sapi mereka di bantai dengan tidak sesuai aturan?
  3. Apa yang dirasakan oleh Pemerintah Indonesia ketika mengetahui Para Pahlawan Devisa Indonesia di siksa dan terbunuh di negeri orang?

BAB III : PEMBAHASAN

Terlalu komlikatif dan sangat memilukan.....



BAB VI : KESIMPULAN

Silahkan para sahabat menyimpulkan sendiri, kalau perlu tulis kesimpulanmu di kotak komentar, biar para pembaca yang lain bisa membaca dan mengetahui semua kesimpulan dari para sahabat sekalian.

0 komentar:

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic
Powered by Blogger.

Followers

OUR FACEBOOK

Sponsor Blog

Site Info

Copyright © 2012 Makalah Dunia ModernTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.