Pengertian Ayat Sajdah

Ayat sajdah terdiri dari dua kata, yaitu ayat dan sajdah (sujud). Secara etimologis ayat mempunyai beberapa arti, diantaranya adalah mukjizat, tanda, pengambilan pelajaran, urusan yang mengagumkan, dan bukti/dalil. Kata ayat juga terkait dengan bahasa Ibrani ‘oth dab kata Syiria ‘ath. Secara terminologis dalam kamus istila sufi, ayat diartikan sebagai tanda kebesaran Allah yang berada dalam diri dan di alam sekitar. Ayat juga berarti ayat yang merupakan bagian dari surat dalam teks al-Qur’an yang merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, sehingga dengan membaca dan merenungkan tanda-tanda kebesaran ini, seseorang dapat kembali pada sumber wujudnya sendiri, yaitu Allah Yang Maha Kuasa.
Adapun pengertian ayat kaitannya dengan pembahasan penelitian ini seperti pemaknaan ayat menurut al-Zarqani adalah kelompok yang mempunyai permulaan dan penutup yang masuk dalam al-Qur’an. Sejalan dengan pengertian yang diberikan al-Zarqani, Ibrahim al-Abyari memberikan pengertian bahwa ayat adalah kelompok dari al-Qur’an yang terputus dari apa yang sebelumnya dan apa yang sesudahnya, dan ayat merupakan masalah tauqifi diambil dari Rasul SAW.
Kata sajdah merupakan masdar dari يسجد - س[سجدyang secara etimologis mempunyai arti “membungkuk dengan khidmat” (نحن خضعا ) . Adapun makna sujud secara epistimologis menurut al-Ragib al-Asfahani adalah tunduk dan menyembah kepada Allah, dan bermakna umum baik dilakukan oleh manusia, hewan ataupun benda-benda mati. Menurutnya sujud mempunyai dua makna yaitu, sujud dengan sukarela yang dilakukan manusia dan karenanya ia mendapat pahala dan sujud dengan terpaksa yang dilakukan oleh manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Al-Alusi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sujud secara umum adalah tunduk kepada kehendak dan keputusan Allah dan patuh atau taat kepada apa yang diperintahkannya. Pendapat lain mengatakan makna sujud yang sebenarnya adalah (وضع جبهة علي الأرض) “meletakkan dahi di atas tanah/bumi”. Makna sujud dalam istilah sufi adalah simbol lahiriyah dari peniadaan sang hamba (‘abd) di dalam Tuhan (Rabb). Simbol lahiriyah ini dilakukan dengan cara sujud yang merupakan posisi puncak dalam shalat. Hal ini merupakan sumber agung kerendahan hati, ketundukan dan kecintaan tanpa syarat kepada Allah SWT.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dikatakan, yang artinya Hendaknya engkau membantuku (demi tercapainya keinginanmu)terhadap dirimu dengan memperbanyak sujud. Jika demikian halnya yang dikatakan dalam hadis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sujud mampu menolong manusia untuk melatih jiwa agar menjadi suci. Sujud yang dimaksud oleh Rasul SAW dalam hadis ini bukan sekedar gerakan yang telah dikenal seperti yang biasa dilakukan dalam shalat, tetapi mempunyai makna yang dalam pada jiwa, sehingga terwujud didalamnya keagungan rahmat dan kasih sayang-Nya, dan rasa tunduk keagamaan, serta penyerahan diri yang mutlak bagi rahmat Allah yang terwujud pada perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya.
Dari pengertian-pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa secara garis besar yang dimaksud dengan ayat sajdah adalah ayat-ayat al-Qur’an yang didalamnya menuturkan tentang sujud dan mempunyai makna ketundukan kepada yang Maha Pencipta sehingga dianjurkan untuk melakukan sujud pada saat membaca ataupun mendengar ayat-ayat yang termasuk sajdah tersebut.

3 komentar:

moggy said... | February 17, 2010 at 12:25 AM

bagus

Urep Ingsun said... | March 7, 2010 at 8:58 AM

terima kasih atas komennya. itu bisa membuat saya semakin semangat untuk menghadirkan yang lebih baik lagi.

Anonymous said... | September 20, 2012 at 1:43 PM

sangat membantu saya dalam mempelajari agama, terimakasih, dan jangan lupa bantu saya pula dalam pengajaran agama Islam di bidang lainnya :)

Powered by Blogger.

Followers

OUR FACEBOOK

Sponsor Blog

Site Info

Copyright © 2012 Makalah Dunia ModernTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.