Not-
Found
Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts
Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts

Pengertian Motivasi

Setiap individu memiliki kondisi internal, dimana kondisi internal tersebut turut berperang dalam aktifitas dirinya sehari-hari. Salah satu dari kondisi internal tersebut adalah "Motivasi" terlebih dahulu penulis mengemukakan tentang pengertian motivasi.
a. Menurut Mc. Donald: Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "Feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. (Sardiman, 2010: 73)

b. Menurut Eysenck: Motivasi dirumuskan sebagai suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia. (Slameto, 2010: 170)
c. Menurut Gleitmen: Motivasi adalah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mendorong untuk berbuat sesuatu yakni pemasuk daya (energizer) untuk bertingkah laku secara terarah. (Syah, 2005: 151)
d. Menurut Koeswara: Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan prilaku manusia, termasuk prilaku pelajar, yang mana terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan prilaku individu belajar ( Dimyati dan Mujiyono, 2006: 80)
e. Menurut Thomas: Motivasi adalah usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif pada diri murid yang menunjang kegiatan kearah tujuan-tujuan belajar. ( Daradjat, 2004: 140)
f. Menurut S. Nasution: Motivasi adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga seorang anak mau melakukan apa yang dapat dilakukan. ( Daradjat, 2004: 140)
g. Menurut Ivar K Davies: Motivasi adalah kekuatan tersembunyi didalam diri kita, yang mendorong kita berkelakuan dan bertindak dengan cara yang khas. (Davies, 2004: 142)
h. Menurut Woodwarth dan Margues: Motivasi adalah suatu tujuan jiwa yang mendorong individu untuk aktivitas-aktivitas tertentu, untuk tujuan-tujuan terhadap situasi sekitarnya. (Mustaqim, 2003: 72)
Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil suatu pemahaman bahwa motivasi adalah kekuatan yang ada pada diri yang dapat mendorong individu-individu untuk bertindak guna mencapai tujuan-tujuan tertentu.


Posted by
Ahmad Efendi

More

MERUBAH DUNIA DENGAN MENULIS


  1. Merubah Dunia Salah Satunya Harus dengan Menulis

    PUISI seperti dikutip di atas ditorehkan di makam Ali Archam – teman sejawat Semaoen, H Misbach dan Tan Malaka - di tempat pembuangannya di Digul, Tanah Papua. Menjadi “tak hilang tanpa bekas”, ketika jejak langkah tulisnya dibaca dan terbaca kembali, yang tidak saja ditemukan sejarahnya, tetapi juga membongkar historiografi yang telah bertahan lama, sebagaimana telah dilakukan Takashi Shiraisi dalam membongkar historiografi ortodox setelah menelusuri kembali naskah-naskah yang ditulis para aktivis SI (Sarekat Islam) Merah yang utamanya berbasis di kota Semarang (SI Locaal Semarang/SI Afdeling Semarang).

    Takashi Shiraishi menjelaskan, Misbachlah – dan juga Mas Marco Kartodikromo, Semaoenn, serta Tan Malaka - yang mengingatkan kita akan kesalahan klasifikasi Nasionalisme, Islam, Komunisme itu dan memperingatkan kita akan pandangan nasionalis yang serampangan itu. Jika kita membuang klasifikasi dan pengamatan serampangan itu serta menghinda`f11rkan diri dari pandangan teleologis, maka pergerakan di perempat abad ke-19 akan muncul kembali dalam bentuknya sendiri yang khas. Di zaman pergerakan, pemimpin pergerakan berpikir, menulis, dan berkata serta bertindak sebagai orang pertama. Dicerahkan oleh kata-kata dan perbuatan mereka, rakyat melihat dunia dan bergerak. Akhirnya kita pun sekarang masih dapat melihat dunia mereka dengan mengikuti kata dan perbuatan mereka yang tergores dalam tulisan-tulisan yang mereka tinggalkan.

    Ketika banyak orang menganggap setiap komunis itu atheis dan menghalalkan segala cara, novel “Hikajat Kadiroen”, yang ditulis Semaoenn di penjara justru berkisah tentang Toehan Alloh, tempat meminta bantuan, memberikan rasa syukur, dan sumber dari yang halal dan haram maupun masalah dari kondrat yang tak terhindarkan.

    Atau tulisan dari H. Misbach di koran Medan Moeslimin: “Kami sebagai orang Islam wadjiblah dari djaoeh memboeka topi boeat tanda memberi trimakasih kepada Karl Marx jang menjadi penoenjoek djalan, karenanja kami bisa mengetahoei rintangan agama yang terbesar”….. "Ketahoilah, saja saorang jang mengakoe setia pada Igama dan djoega masoek dalam lapang pergerakan komunist, dan saja mengakoe bahoea tambah terbukanja fikiran saja di lapang kebenaran atas perintah Agama Islam itoe, tidak lain jalah dari sesoedah saja mempeladjari ilmoe kommunisme, hingga sekarang saja berani mengatakan djoega, bahoea kaloetnja kasalamatan doenia ini, tidak lain hanja dari djahanam kapitalisme dan imperialisme jang berboedi boeas itoe sadja, boekanja kasalamatan dan kemerdekaan kita hidoep dalam doenia in sadja, hingga kepertjajaan kita hal Igama poen beroesak djoega olhnja.

    Dalam teks laporan kongres Komintern yang ke-4 pada tahun 1922, Tan Malaka yang mewakili Indonesia, dalam pidatonya menyebutkan bahwa ia bersikeras bahwa Pan-Islamisme berarti "perjuangan nasional untuk memperoleh kebebasan.

    Bung Karno pernah berujar: “Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.” Mengapa kita membaca dan belajar pada sejarah, karena kalau tiada makna buat apa menghabiskan waktu untuknya. Paling tidak, dalam pengertian yang minimal, kita sedang tidak ingin mengulang kegagalan dan belajar pada keberhasilan untuk sebuah kemajuan, maka untuk itu kita belajar pada sejarah. Dengan sejarahlah pula, para pemikir, seperti Marx, Gramsci, Semaoenn, H. Misbach, Tan Malaka, hingga Manifesto kaum pergerakan selalu menampilkan kenyataan sejarah. Tuhanpun dalam kitab suci coba mengajari manusia dengan sejarah.

    Berbicara atas sejarah, bukannya kita sedang menghapalkan nama dan tanggal peristiwa dan itu selalu yang dianggap penting, oleh siapa, dan mengapa semua menganggapnya penting adalah kenyataan tentang pertanyaan pada pelajaran sejarah. Ketika History adalah His Story para penguasa untuk mengkukuhkan status dominan mereka via manipulasi sejarah dan praktek pembodohan. Tugas revolusioner kita adalah MEREBUT ALAT PRODUKSI PENGETAHUAN .

    Perebutan alat produksi pengetahuan dalam rangka membangun kritisisme dan emansipasi massa adalah dengan cara menciptakan intelektual dan ilmu pengetahuan yang berpihak kepada rakyat serta kemampuan membuka media propaganda bagi rakyat.

    Dalam diskusi sejarah, menarik sekali ucapan dari Dom Helder Camara: “Ketika Aku Memberi Makan Orang Lapar, Aku Disebut Orang Suci. Namun, Ketika Aku Bertanya Mengapa Orang Itu Lapar, Aku Disebut Komunis.” Ini menunjukan bagaimana kritisisme massa digebuk dengan stigmatisasi yang legitimasinya bersandar pada pdmalsuan sejarah. Maka merebut alat produksi pengetahuan juga berarti pembongkaran sejarah yang dijadikan legitimasi bagi penolakan atas kritisime massa dan penolakan atas kebijakan-kebijakan populis.

    Sejarah pergerakan, adalah di mana kita memperhatikan perkembangan masyarakat secara dialektis, sehingga kita dapat melihat ruh dan aliran darah dari pergerakan. Dalam konteks Hindia Timur, Pemerintahan Kolonial telah menyediakan Buitenzorg (Bogor) untuk mengamati dan mencari rumusan penghancuran bagi kaum pergerakan. Rumah Kaca, yang dimaksudkan Pramoedya Ananta Toer adalah maksud dari itu. Produk rumah kaca adalah sejarah pergerakan yang dilihat dari permukaan yang kemudian banyak dijadik`n referensi yang melahirkan apa yang oleh Takashi Shiraishi disebut sebagai historiografi ortodoks atau historiografi cangkokan yang melihat pergerakan dalam aliran Nasionalisme, Komunisme dan Islamisme.

    Ulasan tentang ideologi-ideologi kemudian menjadi sebuah “rumah-kaca” yang gagal memahami tentang bahwa para pelaku ideologi adalah orang yang sedang merespon dunia yang menurutnya bergerak dan diapun bergerak mempraktekan pergerakan dan dalam kenang-kenangan kita sekarang menjadi sebuah memori tentang sejarah pikiran yang bdrtindak. Kegagalan atas pemahaman tersebut lahir dari historiografi ortodox yang merupakan historiografi cangkokan. Yang boleh kita sebut sebagai ilmu sejarah dari kinerja intelijen pemerintah kolonial Hindia Belanda.



Posted by
Ahmad Efendi

More

MOTIVASI BERPRESTASI

MOTIVASI BERPRESTASI
1.A. TIGA MOTIF SOSIAL MC. CLELLAND :
1.a.i. Motif beraffiliasi (affiliation motive) atau n-Aff
Yaitu motif yang akan mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Bagi dirinya keakraban dalam berhubungan dengan orang lain adalah tujuan utamanya dimana terdapat suasana yang penuh keakraban, santai, harmonis. Ia mempunyai perhatian besar terhadap diri orang lain, persoalan orang lain dihayati sebagaimana ia menghayati dirinya sendiri. Demikian pula toleransinya cukup besar.
Motif ini ditunjukkan melalui :
• Lebih suka bersama dan bergaul dengan orang lain dari pada sendirian
• Lebih mementingkan aspek-aspek interpersonal (hubungan manusia) dari pada aspek-aspek yang menyangkut tugas-tugas dalam pekerjaannya
• Berusaha mendapat persetujuan orang lain
• Lebih efektif bekerja dalam suasana bersahabat
Pemikirannya :
• Keinginan untuk mengadakan, memperbaiki atau memelihara persahabatan
• Keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan persahabatan

1.a.ii. Motif berkuasa (power motive) atau n-Pow
Ialah motif yang menyebabkan seseorang ingin menguasai atau mendominir orang lain dalam berhubungan dengan lingkungannya. Ia senang apabila ia dapat bertindak dan berkuasa atas orang lain, dan orang-orang yang ia kuasai itu mau berbuat seperti apa yang ia katakan.
Motif ini ditunjukkan melalui :
• Aktif dalam organisasi politik
• Peka terhadap struktur unterpersonal (atasan-bawahan dll) dari suatu kelompok
• Mencoba membantu orang lain tanpa diminta dan atau diinginkan orang yang bersangkutan
• Menunjukkannya melalui tindakan-tindakan, kata-kata, dll.



Pemikirannya :
• Pemikiran untuk berbuat sesuatu yang menimbulkan perasaan kuat, baik yang positif maupun negatif bagi orang lain.
• Berusaha menguasai orang lain dengan mengatur tingkah laku atau keadaan hidup orang lain

1.a.iii. Motif berprestasi (achievement motive) atau n-Ach
Adalah motif yang mengarahkan tingkah lakunya dengan titik berat pada tercapainya suatu prestasi tertentu. Mencapai atau memperoleh ssuatu yang lebih baik adalah suatu kebutuhan yang sulit dihilangkan, ia akan berusaha terus sampai pada suatu saat ia memperoleh apa yang diinginkannya itu. Sesuatu yang ada dalam pikiran orang-orang yang memiliki motivasi berprestasi ini adalah suatu usaha, perjuangan agar ia bisa memperoleh prestasi.
Ciri-cirinya :
• Rick Taker
Menyukai pekerjaan-pekerjaan/tugas-tugas dengan tingkat kesulitan moderat. Kurang bersemangat pada pekerjaan/kegiatan yang terlalu mudah dan atau terlalu sulit.
• Task Result Oriented
Aktifitas instrumental yang khas dan energik !
Memiliki motivasi/dorongan yang kuat untuk berhasil menyelesaikan tugasnya, tekun, keras hati, bekerja keras dan memiliki kemantapan hati untuk melakukannya.
Melihat keberhasilan/kegagalan bukan sebagai faktor yang disebabkan pihak luar dirinya, tetapi dirinyalah sebagai pengendalinya.
Bagi mereka berkarya tidak hanya sesuai target bahkan kalau bisa lebih baik daripada target. Dia selalu memiliki naluri senang, bahagia dan puas melakukan yang terbaik, tidak mengenal setengah-setengah.
• Self Confidence
Individual responsibility (tanggung jawab pribadinya) tinggi, demikian juga apabila bekerja dalam suatu kelompok, tanggung jawab terhadap kelompok juga tinggi, dimana sasaran kelompok dirasakannya sebagai sasaran pribadinya.
Mereka mempercayai kemampuannya sendiri, kemampuan bekerja sendiri, dapat bersikap optimis, dinamis, serta memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin.
• Originiality
Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang asli dari pemikirannya sendiri, mampu menciptakan hal-hal yang baru yang tidak terikat pada pola yang ada. Kreatif dan cakap dalam berbagai bidang dan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup banyak.



• People Oriented
Mampu mempergunakan orang lain sebagai feed back atau umpan balik bagi kepentingannya, fleksibel, mampu menerima kritik atau pendapat yang diberikan orang lain terhadap dirinya.
Memandang penting “Knowledge of Result” (mengetahui hasil) sebagai feed back untuk perencanaan masa depan
• Future Oriented
Mempunyai antisipasi kemungkinan-kemungkinan di masa datang

Sebenarnya ketiga motif tersebut ada dalam diri seseorang, namun kekuatan motif tersebut pada tiap orang akan berbeda atau tidak sama. Biasanya hanya satulah kuat, sehingga tampil ke dalam suatu bentuk tingkah laku yang nyata (overt) dan hal inipun tidak terlepas dari keadaan atau situasi lingkungan, apakah memungkinkan atau tidak lahirnya bentuk tingkah laku yang dikuasai oleh motif itu.
1.B. PERAN N-ACH DALAM PEMBANGUNAN UMAT
Jochen Roepke berpendapat bahwa suatu bangsa akan cepat berkembang apabila bangsa itu memperbanyak wiraswastawan (orang yang berorientasi pada kebutuhan untuk berprestasi) sebagai tenaga kreatif pelaksana perubahan. Hal ini telah dibuktikan oleh Jepang suatu negara kecil (dibandingkan Indonesia) dan porak-poranda akibat bom di Hirosima dan Nagasaki pada tahun 1945, dalam waktu relatif singkat yaitu 30 tahun telah mampu membangun negaranya, bahkan kini menjadi kiblatnya perkembangan teknologi canggih mutahir. Kunci keberhasilan Jepang itu ternyata terletak pada kemampuan Jepang menciptakan dan menyediakan wiraswastawan besar sebanyak 2% dan wiraswastawan kecil sebanyak 20% dari jumlah penduduknya.
Maslow menyatakan bahwa masyarakat yang sedang mundur keadaannya, dibutuhkan seratus wiraswastawan bukan ahli ekonomi, politikus atau insinyur.
Masyarakat yang memiliki nilai kewiraswastaan bukan berarti masyarakat yang kaya akan materi, tetapi masyarakat yang kaya akan motivasi kerja. Seorang wiraswastawan adalah seorang innovator yang akan mampu menciptakan cara-cara baru, metode baru, produksi baru, pasar-pasar baru, sehingga mampu meratakan dan menaikkan pendapatan masyarakat.

Posted by
Ahmad Efendi

More
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic
Powered by Blogger.

Followers

OUR FACEBOOK

Sponsor Blog

Site Info

Copyright © 2012 Makalah Dunia ModernTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.