Manfaat musik klasik

Musik bukan hanya materi hidup yang memanjakan telinga dan menjadikan hidup menjadi lebih indah, musik terbukti dapat mengoptimalkan kecerdasan. Bahkan pada abad ke-19 seorang penulis dari Inggris pernah berkata "Musik adalah nyanyian para malaikat". Musik bisa mempengaruhi hidup seseorang. Dengan mendengarkan musik, seseorang dapat merasa tenang dan relaks karena musik mampu memberikan semangat pada jiwa yang lelah (Yuanitasari, 2008:2).
Musik juga dapat menciptakan suasana yang releks namun waspada, dapat membangkitkan semangat, merangsang kreatifitas, kepekaan, dan kemampuan berfikir. Belajar dengan menggunakan musik yang tepat akan membantu dalam meningkatkan daya ingat. (Yuanitasari,2008: 4).
Musik memang sangat mempengaruhi kehidupan manusia apalagi musik memiliki tiga komponen penting yaitu beat, ritme, dan harmoni. Beat (ketukan) mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa sedangkan harmoni mempengaruhi roh. Contoh paling nyata bahwa beat (ketukan) dapat mempengaruhi tubuh tampak dalam konser musik rock yang bisa dipastikan semua bergoyang mengikuti beat yang dialunkan (Yuanitasari, 2008: 6).
Jika hati sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki ritme (irama) yang teratur maka perasaan akan tenang, di barat banyak rumah sakit yang memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan pasiennya, Menurut Ev Andreas Cristanday musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang memiliki keseimbangan antara Beat (ketukan), ritme dan harmoni (Tyas, 2008: 127). Dan musik klasik mempunyai keseimbangan ketiga unsur tersebut.
Musik merupakan satu hal yang mempunyai pengaruh pada kehidupan manusia mulai dari bayi hingga dewasa, hal ini telah diteliti oleh para ilmuan, penelitian membuktikan bahwa musik terutama musik klasik sangat mempangaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) (Tyas, 2008: 125).
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan "dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia" (Tyas, 2008: 126).
Sibgel (1999) mengatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat meransang system limbic jaringan neuron otak. Hal yang sama dikemukakan Don Cambell (2007) dalam bukunya Efek Mozart mengatakan "musik barok (Bach, handel, vivaldi) dapat menciptakan suasana yang merangsang pikiran dalam belajar. Musik klasik mampu memperbaiki kosentrasi ingatan dan persepsi spasial". Sedangkan Gallahue (1998) mengatakan bahwa kemampuan-kemampuan motorik, visual, auditif dan sentuhan dapat dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Melalui musik klasik anak mudah menangkap hubungan antara waktu, jarak, dan urutan (rangkaian) yang merupakan ketrampilan yang dibutuhkan untuk kecakapan dalam logika berpikir, matematika dan penyelesaian masalah (http:www.depdiknas.go.id/jurnal/30/musik/musik_merupakan_stimulus_terhdp.htm dipostkan oleh Psychemate).
Stepannie Merrite dalam bukunya berjudul "Simfoni Otak" menjelaskan pengaruh musik klasik dan musik rock terhadap otak. Biasanya pengaruh musik rock terhadap diri manusia cenderung negatif, seperti meningkatnya perasaan tertekan (stress), memicu perilaku hiperaktif dan tidak tenang. Sedangkan pengaruh musik klasik pada manusia cenderung positif seperti membuat lebih semangat, lebih mudah mengingat, meningkatkan kreatifitas dan menghilangkan perasaan tertekan. Pengaruh paling kuat dari musik terdapat pada iramanya.
Jenis musik yang memberikan dampak negatif bagi tubuh manusia adalah musik berirama Anapestik yaitu yang memberikan tekanan pada irama terakhir, istirahat sebentar sebelum memulai dengan irama pertama. Hal ini dapat kita temui pada musik rock. Ritme ini bertentangan dengan ritme tubuh manusia yang selalu teratur dan memberikan penekanan pada irama pertama (http:/www. tabulasi.com /Linda/156584 html).
Selain itu hasil riset Dr. Alfred Tomatis, seorang anggota terkemuka dari The French Academy of madicane dan Academy of science membuktikan bahwa sel otak akan mendapatkan "recharge" energi apabila mendengarkan suara dengan frekuensi antara 5000 hz - 8000 hz, musik klasik (barok) dan Gregorian banyak mengandung suara dengan frekuensi tersebut, dan musik klasik Mozart mengandung paling banyak suara denagn frekuensi 5000 hz-8000 hz .Sedangkan musikHeavy mental dan hard rock mengandung paling miskin suara dengan frekuensi 5 hz-8 hz (Gunawan, 2003: 182).

0 komentar:

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic
Powered by Blogger.

Followers

OUR FACEBOOK

Sponsor Blog

Site Info

Copyright © 2012 Makalah Dunia ModernTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.