Pandangan Islam Tentang Pendidikan Entrepreneur

Setiap manusia memerlukan harta untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Karenanya manusia akan selalu berusaha meemperolah harta kekayaan itu. Salah satunya melalui bekerja, sedangkan salah satu ragam dari bekerja adalah berbisnis/entrepreneur.
Islam juga mewajibkan setiap muslim, khususnya yang mempunyai tanggungan, untuk “bekerja”. Bekerja merupakan salah satu sebab pokok yang memungkinkan manusia memiliki harta kekayaan. Untuk memungkinkan manusia berusaha mencari nafkah, Allah melapangkan bumi serta menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mencari rezeki.
Dalam kitab suci Al-Qur’an Allah SWT telah berfirman untuk semua umat manusia, untuk mencari rezeki Allah yang tersebar di seantaro dunia ini. Diantara firman Allah itu adalah:
1. QS. Al-Ibrahim ayat 32-34

Artinya:
“32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
33. dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
34. dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”.

2. QS. Al-Mulk ayat 15


Artinya:
“15. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”



3. QS. Al-A’raaf ayat 10

artinya:
“10. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur”.

4. QS. Al-Ra’d ayat 11

Artinya:
“11. bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Di samping anjuran untuk mencari rezeki, Islam juga sangat mewajibkan aspek kehalalannya, baik dari sisi perolehan maupun pendayagunaannya (pengolahan dan pembelanjaan). Sebagaimana yang dijelas dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi di bawah ini:

Artinya:
“141. dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila Dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan (menafkahkan harta di jalan kemaksiatan). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”.

Adapun dalam hadits sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang artinya:
“Kedua telapak kaki seorang anak Adamdi hari kiamat masih belum beranjak sebelum ditanya kepadanya mengenai lima perkara: tentang umurnya, apa yang dilakukannya; tentang masa mudanya, apa yang dilakukannya; tentang hartanya, darimana dia memperoleh dan untuk apa dia membelanjakan, dan tentang ilmunya, apa yang dia kerjakan dengan ilmunya itu.” (HR. Ahmad).
Sejalan dengan kaidah ushul “as-aslu fi al-af’al at-taqoyyud bi hukmi asy-syar’I”. yang berarti bahwa hukum asal suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syara’: wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram, maka pelaksanaan bisnis harus tetap berpegang pada ketentuan syari’at. Dengan kata lain, syari’at merupakan nilai utama yang menjadi paying strategi maupun taktis organisasi bisnis.
Dengan kendali syari’at, bisnis bertujuan untuk mencapai empat hal utama,: (1) target hasil: profit-materi dan dan benefit-nonmateri, (2) pertumbuham, artinya terus meningkat, (3) keberlangsungan, dalam kurun waktuselama mungkin dan (4) keberkahan atau keridhaan Allah.

Powered by Blogger.

Followers

OUR FACEBOOK

Sponsor Blog

Site Info

Copyright © 2012 Makalah Dunia ModernTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.