Akibat-Akibat Modernisasi

Sebagian masyarakat telah mengidentikkan begitu saja istilah modernisasi dengan istilah westernisasi. Padahal terdapat perbedaan esensial antara pengertian modernisasi dengan westernisasi. Westernisasi adalah mengadaptasi gaya hidup Barat, meniru-niru, dan mengambil alih cara hidup Barat. Jadi orang yang meniru-niru, mengambil alih tata cara hidup Barat, mengadaptasi gaya hidup orang Barat itulah yang lazim disebut westernisasi. Meniru gaya hidup berarti meniru secara berlebihan gaya pakaian orang Barat dengan cara mengikuti mode yang berubah-ubah cepat; meniru cara bicara dan adat sopan santun pergaulan orang Barat dan seringkali ditambah dengan sikap merendahkan bahasa Nasional dan adat sopan santun pergaulan Indonesia; meniru pola-pola bergaul, pola-pola berpesta (merayakan ulang tahun), pola rekreasi, dan kebiasaan minum-minuman keras seperti orang Barat; dan sebagainya. Orang Indonesia yang berusaha mengadaptasikan suatu gaya hidup kebarat-baratan seperti itulah yang disebut sebagai orang yang condong ke arah westernisasi.


Orang Indonesia seperti itu belum tentu modern, dalam arti mentalitasnya modern. Ia bicara dengan gaya bahasa penuh ungkapan-ungkapan Belanda atau Inggris, memanggil si istri darling, disapa pappie atau daddy oleh anak-anaknya, minum bir Bintang pagi dan sore, pergi berdansa tiap hari Sabtu malam, suka nonton midnight show, merayakan ulang tahun semua anggota keluarganya satu demi satu dengan pesta-pesta mewah dan meriah, dan sebagainya.
Dengan uraian di atas, kelihatan dengan jelas bahwa westernisasi mempunyai pengertian lain yang tidak sama dengan modernisasi. Modernisasi bukan westernisasi, modernisasi bukan pengambilalihan gaya dan cara hidup Barat. Suatu bangsa dapat melakukan dan melaksanakan modernisasi, walaupun mempergunakan unsur-unsur kebudayaan Barat, tanpa mencontoh Barat atau tanpa mengadaptasi dan mengambil alih cara hidup Barat.
Terlepas dari adanya kekacauan istilah seperti di atas, usaha dan proses modernisasi akan selalu membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern (IPTEK), yang pada mulanya dikembangkan dan berasal dari dunia Barat. Secara faktual, banyak bangsa di berbagai belahan dunia yang telah membeli, mengadaptasi, dan mempergunakan teknologi Barat dalam usaha mempercepat modernisasi yang sedang dilakukannya, karena bangsa-bangsa itu belum dapat mencipta dan menghasilkan teknologi dan ilmu pengetahuan seperti yang dicapai di Barat. Akan tetapi, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi Barat itu tidak selamanya berakibat positif, namun juga menimbulkan berbagai akibat negatip yang sebenarnya tidak dikehendaki dari adanya modernisasi tadi.
Akibat-akibat/dampak positif dari modernisasi antara lain adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan, kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan-perubahan dalam segala bidang, keinginan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan situasi di sekitarnya, serta adanya sikap hidup mandiri. Sementara beberapa di antara akibat/akibat negatip dari modernisasi adalah bercampurnya kebudayaan-kebudayaan di dunia dalam satu kondisi dan saling mempengaruhi satu sama lain, baik yang baik maupun yang buruk; materialisme mendarah daging dalam tubuh masyarakat modern; merosotnya moral dan tumbuhnya berbagai bentuk kejahatan; meningkatnya rasa individualistis dan merasa tidak membutuhkan orang lain; serta adanya kebebasan seksual dan meningkatnya eksploitasi terhadap wanita.



Powered by Blogger.

Blog Archive

Followers

OUR FACEBOOK

Sponsor Blog

Site Info

Copyright © 2012 Makalah Dunia ModernTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.