Terancam Tidak Unas gara-gara Facebook

Tak Diizinkan Pulang, Tulis Status, Dianggap Menghina Guru

Situs jejaring sosial kembali makan korban. Kali ini, yang jadi korban adalah Wahyu Deni Pratama. Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Manyar Gresik itu terancam tidak bisa ikut ujian nasional (unas) gara-gara menulis status di Facebook.

"Sejak kapan herder-herder Smansa melarang muridnya pulang." Begitu bunyi status yang ditulis Deni. Tulisan tersebut dianggap menghina salah seorang guru. Dampaknya, dia diancam dikeluarkan dari sekolah dan dicoret dari daftar peserta unas. Kemarin (5/3), dia bersama orang tuanya mendatangi Dinas Pendidikan Gresik untuk melaporkan ancaman tersebut.

Di dispendik, Deni bersama orang tua dan pamannya diterima Kabid Pendidikan Menengah Ali Affandi. Mereka diminta masuk ke ruangan Ali. Pertemuan berlangsung tertutup. "Dispendik berjanji segera mengklarifikasi masalah itu ke sekolah," kata paman Deni.

Di tempat yang sama, Deni menyatakan tidak bermaksud menghina gurunya. Dia mengaku menulis status tersebut setelah dilarang pulang. Padahal, dia meminta izin pulang karena sakit. ''Saat itu, jam tambahan belajar untuk unas, bukan jam belajar mengajar biasa,'' jelasnya. Dia tidak tahu alasan ketersinggungan salah seorang gurunya tersebut.

Kamis lalu (4/3), kata Deni, orang tuanya dipanggil pihak sekolah. Waktu itu, salah seorang guru marah-marah. Guru tersebut mengatakan bahwa Deni dicoret dari daftar peserta ujian nasional. ''Saya juga diancam akan dikeluarkan. Waktu itu, saya disuruh pulang dan tidak boleh sekolah lagi,'' ungkapnya.

Kemarin Deni dan orang tuanya kembali datang ke sekolah. Orang tua Deni berniat membicarakan kasus tersebut secara baik-baik. Namun, pihak sekolah tetap bergeming. Dia langsung disuruh pulang, meski sudah datang ke sekolah dengan berseragam lengkap. ''Karena itu, kami datang ke dispendik untuk melapor dan mencari jalan keluar,'' katanya.

Kadispendik Gresik Chusaini Mustas berharap, masalah tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik oleh pihak sekolah dan wali siswa. Menurut dia, ada aturan jika ingin mencoret siswa dari daftar peserta unas. ''Jangan kami yang harus menyelesaikan semuanya. Pos dinas itu membuat kebijakan. Tidak semua masalah bisa diurusi dinas,'' jelasnya.

Menurut dia, masih banyak masalah yang harus diselesaikan dispendik. Dia mengatakan, dispendik tidak mungkin mengawasi satu per satu perilaku guru di seluruh Gresik. ''Jumlahnya kan ribuan. Jadi, kami tidak mengurusi masalah begitu. Coba hubungi pihak sekolah langsung,'' ujarnya. (jawapos: 2010/03/06)

Dewasa ini begitu maraknya kasus yang hampir mirip dengan yang di alami Wahyu Deni Pratama, anggap saja Prita dengan RS. OMNI, dan juga artis papan atas Indonesia Luna Maya dengan Wartawan Infotainment. Facebook sudah menjadi momok yang mengasyikkan sekaligus membahayakan, tentunya jika kurangnya kesadaran untuk mempergunakan segala sesuatu dengan bijak dan dibekali dengan faktor kemanfaatan.

Itu semua hendaknya menjadi pelajaran bagi kita untuk memikirkan tentang baik dan buruknya sesuatu yang akan kita lakukan. Jika kita merasa yakin benar dan mempunyai dasar yang kuat, maka lakukanlah. Namun jika yang akan kita lakukan itu adalah kejelekan, sudah sangat sepantasnya untuk tidak kita lakukan.

 Mari berfikir dengan akal waras kita selaku manusia


0 komentar:

Powered by Blogger.

Blog Archive

Followers

OUR FACEBOOK

Sponsor Blog

Site Info

Copyright © 2012 Makalah Dunia ModernTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.