Mengenai Pengertian Kepemimpinan


Mengenai pengertian kepemimpinan,para ahli telah memberikan beberapa pengertian. Antara lain:
a.       Atmodiwirio
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan seseorang atau kelompok dalam usahanya mencapai tujuan di dalam suatu situasi tertentu (Atmodiwirio, 1991: 5).

b.      Stephen P. Robbin dalam Nawawi (2003:20)
Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu kelompok kearah pencapaian (tujuan). Pendapat ini memandang semua anggota kelompok atau organisasi sebagai suatu kesatuan, sehingga kepemimpinan diberi makna sebagai kemampuan mempengaruhi semua anggota kelompok atau organisasi agar bersedia melakukan kegiatan atau bekerja untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi.
c.       Robert G. Owens dalam Nawawi (2003:21)
 Kepemimpinan merupakan suatu interaksi antar satu pihak yang memimpin dengan pihak  yang dipimpin. Pendapat ini menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses dinamis yang dilaksanakan melalui hubungan timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin. Hubungan tersebut berlangsung dan berkembang melalui transaksi antar pribadi yang saling mendorong dalam mencapai tujuan bersama.
d.     
 
Ivan Cevich di dalam Panji Anoraga (2001:2)
Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi, baik individual maupun kelompok ke arah pencapaian tujuan. Pengertian ini menempatkan kepemimpinan sebagai interaksi sosial, karena kegiatan pemimpin dalam mempengaruhi orang lain hanya dapat terjadi melalui komunikasi, baik antara pemimpin dengan anggota organisasi secara individual maupun dengan kelompok-kelompok individu di dalam organisasi.
e.       Martoyo
“Kepemimpinan adalah keseluruhan aktifitas dalam rangka mempengaruhi orang-orang agar mau bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang memang  diinginkan bersama” (Martoyo, 2000:176).

f.        Hadari Nawawi
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemempuan atau kecerdasan mendorong sejumlah orang  (dua orang atau lebih) agar bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terarah pada tujuan” (Nawawi, 2003:26).

g. Prajudi Atmo Sudirjo dalam Purwanto (2005:26):
  1. Kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai suatu kepribadian seseorang yang mendatangkan keinginan pada kelompok orang-orang untuk mencontohkannya atau mengikutinya, atau yang memancarkan suatu pengaruh tertentu, secara kekuatan atau wibawa, yang demikian rupa sehingga membuat sekelompok orang-orang mau melakukan apa yang dikehendakinya.
  2. Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai penyebab dari pada kegiatan-kegiatan, proses atau kesediaan untuk mengubah suatu pandangan atau sikap (mental atau fisik) dari para kelompok orang-orang, baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal.
  3. Kepemimpinan adalah pola seni (Art) kesanggupan (Ability) atau teknik (Technique) untuk membuat sekelompok orang bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal mengikuti atau mentaati segala apa yang kehendakinya, membuat mereka begitu antusias atau bersemangat untuk mengikutinya, atau bahkan mungkin berkorban untuknya.
  4. Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu bentuk persuasi suatu seni pembinanan kelompok orang-orang tertentu, biasanya melalui "Human Relations" dan motivasi yang tepat, sehingga mereka tanpa adanya rasa takut mau bekerja sama dan membanting tulang untuk memahami dan mencapai segala apa yang menjadi tujuan-tujuan organisasi.
  5. Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu sarana, suatu instrumen atau alat untuk membuat sekelompok orang-orang mau bekerja sama  dan berdaya upaya mentaati segala peraturan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
Berdasarkan pandangan beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kamampuan sifat-sifat kepribadian, termasuk di dalamnya kewibawaanya, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dapat melaksanakan tugas-tugas yang telah dibebankan kepadanya dengan rela penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.




0 komentar:

Powered by Blogger.

Blog Archive

Followers

OUR FACEBOOK

Sponsor Blog

Site Info

Copyright © 2012 Makalah Dunia ModernTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.